ULANG TAHUN
BAB 1
Pendahuluan
Sudah tidak asing dan aneh lagi, ketika kita mendengar kata “ulang tahun” di telinga kita, seolah-olah rangkaian kata ini sudah mendarah daging dikalangan masyarakat Indonesia, baik mereka islam ataupun kafir, baik diperkotaan atau di pelosok desa, dan sangat disayangkan banyak dari masyarakat kita melakukan hal tersebut hanya sekedar ikut-ikutan atau bahasa gaulnya megikuti trend, dan tidak hanya itu banyak dari kalangan umat islam di negara Indonesia yang menganggap hal ini adalah dari islam dan sebagian beranggapan bahwa hal tersebut adalah hal biasa.
Oleh karena itu disini penulis akan mencoba mengangkat permasalahan yang sangat penting ini, yang mana masalah ini juga sudah berkembang dikalangan masyarakat luas yaitu ”ulang tahun”.
Dengan membahas masalah ini setidaknya bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita bersama tentang perayaan ulang tahun ini. Sehingga kita bisa ikut andil memberikan solusi dan saran, sekaligus kritik demi tercapainya masyarakat yang berpengetahuan.
BAB 2
Pembahasan
1. Sejarah asal mula perayaan ulang tahun
Happy Birthday To you
Happy Birthday To You
Happy Birthday Dear Friend
Happy Birthday To you...
Lagu yang sangat akrab di telinga kita ini sering dinyanyikan untuk memeriahkan seseorang yang sedang Berulang Tahun. potongan “Happy Birthday To You” di atas memang bukan produk Indonesia. “Lagu itu ASLI dari kebudayaan Asing tidak disadari sudah menyatu dalam kultur masyarakat kita, Lagu yang pertama kali diciptakan pada tahun 1893 oleh dua perempuan bersaudara berkebangsaan Amerika Serikat itu telah menjadi semacam “lagu kebangsaan” atau “Lagu wajib” bagi yang berulang tahun dan berlaku siapa saja, tua muda segala lapisan” .
“Dalam catatan di Tabloid NOVA, 679/XIV, 4 Maret 2001, ternyata tradisi perayaan ulang tahun sudah ada di Eropa sejak berabad-abad silam. Orang-orang pada zaman itu percaya, jika seseorang berulang tahun, setan-setan berduyun-duyun mendatanginya. Hal tersebut dilakukan untuk melindunginya dari gangguan para makhluk jahat tersebut, keluarga dan kerabat pun diundang untuk menemani, sekaligus membacakan doa dan puji-pujian bagi yang berulang tahun. Pemberian kado atau bingkisan juga dipercaya akan menciptakan suasana gembira yang akan membuat para setan berpikir ulang ketika hendak mendatangi orang yang berulang tahun.”
Merayakan ulang tahun merupakan sejarah lama. Orang-orang zaman dahulu tidak mengetahui dengan pasti hari kelahiran mereka. Sejalan dengan peradaban manusia, diciptakanlah kalender. Kalender memudahkan manusia untuk mengingat dan merayakan hal-hal penting setiap tahunnya, dan ulang tahun merupakan salah satunya.
Banyak simbol-simbol yang diasosiasikan atau berhubungan dengan ulang tahun sejak ratusan tahun lalu. Ada sedikit penjelasan mengapa perayaan ulang tahun harus menggunakan kue. Salah satu cerita mengatakan, karena waktu dulu bangsa Yunani menggunakan kue untuk persembahan ke kuil dewi bulan, Artemis. Mereka menggunakan kue berbentuk bulat yang merepresentasikan bulan purnama. Cerita lainnya tentang kue ulang tahun yang bermula di Jerman yang disebut sebagai “Geburtstagorten” adalah salah satu tipe kue ulang tahun yang biasa digunakan saat ulang tahun. Kue ini adalah kue dengan beberapa layer yang rasanya lebih manis dari kue berbahan roti.
Simbol lain yang selalu menyertai kue ulang tahun adalah penggunaan lilin ulang tahun diatas kue. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga.
2. perayaan ulang tahun sebagai suatu adat
Bagi sebagian masyarakat, tradisi merayakan ulang tahun sudah sangat mengakar sebagai dampak dari tradisi yang kian menguat dalam kultur masyarakat kita. Entah ulang tahunnya para petinggi negara, para artis, buruh, petani, nelayan, pelajar, karyawan hingga sampai kepada kultur masyarakat paling intelek sekalipun yakni kalangan cendekiawan. Begitu kentalnya kultur merayakan Ulang Tahun ini sampai timbul semacam “keharusan” atau bahkan mungkin semacam "kewajiban" yang harus dibayar tunai. Sering kita dengar ada sebagian remaja yang memaksakan kehendak untuk mengadakan pesta ulang tahun, meskipun terbilang dia dari kalangan orang yang tidak mampu. Bahkan muncul sebuah pemikiran “ Biar tekor asal tersohor”.
Kalau melihat banyak fakta-fakta orang merayakan Ulang Tahun, seolah-olah perayaan ini menjadi semacam pembenaran (justifikasi) bahwa tradisi itu sudah menjadi trend bagi sebagian masyarakat kita. Dengan melihat banyaknya kecenderungan yang seperti itu, maka dapat dibilang bahwa perayaan ulang tahun sudah menjadi semacam gaya hidup. Budaya tersebut lamban laun sudah menjadi trademark kehidupan sebagian dari remaja kita. Intinya, remaja yang tidak mengadakan pesta ulang tahun, siap dicap sebagai remaja kurang pergaulan dalam komunitas seperti itu.
3. faktor yang mempengaruhi berkembangnya perayaan ulang tahun
Pada saat ini perayaan ulang tahun sudah hampir merasuk kedalam semua kalangan masyarakat, baik mereka di kota ataupun di pelosok desa, hal ini terjadi seiring dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, baik melalui media cetak ataupun media elektronik, seperti: televisi,internet,handfone,koran,majalah atupun media-media yang lain.
BAB 3
Penutup
Kesimpulan
Dari pemaparan diatas, penulis mengambil kesimpulan bahwa ulang tahun adalah bukan barasal dari islam tidak pula dari negara Indonesia tidak pula warisan nenek moyang bangsa Indonesia, Tpi juga perlu di pahami bahwa perayaan ulang tahun pada saat ini sudah menjadi suatu adat yang mendarah daging bagi masyarakat Indonesia, tak pandang tua ataupun muda, di kota atau di pelosok desa.
Perayaan ulang tahun sudah menjadi sistem sosial di negara kita, yang mana maasyarakat kita sudah menganggap hal ini adalah hal yang harus dirayakan tiap tahun. Dan dari pemaparan diatas kita juga tahu bahwa kebudayaan fisik yang dihasilkan adalah kue ulang tahun, kado ulang tahun, kartu ulang tahun.
Mungkin hanya ini pemaparan yang bisa penulis paparkan, semoga kita selalu dilindungi oleh Allah yang maha kuasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar